Linimasa Kami

Apa yang kamu cari?

Warta

50 Ribu Bibit Bakau untuk Masyarakat Pesisir Lombok Barat

Inba.tv, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) pulihkan ekosistem mangrove (bakau) di wilayah pesisir Lombok Barat. Sebanyak 50.000 bibit bakau ditanam di wilayah pantai Desa Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat.

Pemulihan ekosistem bakau merupakan upaya rehabilitasi yang menjadi prioritas program kerja KKP Melalui upaya tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berharap rehabilitasi bakau dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Tb. Haeru Rahayu menjelaskan program Padat Karya Penanaman Bakau (PKM) yang dilakukan oleh KKP bertujuan mengatasi degradasi bakau, sehingga ekosistem bakau dapat pulih dan meningkatkan perekonomian di wilayah pesisir.

“Kegiatan penanaman bakau ini menjadi salah satu upaya edukasi penyadartahuan tentang pemulihan ekosistem pesisir yang dapat diterapkan secara langsung, tidak hanya masyarakat bahkan siswa juga dapat praktik langsung,” jelas Haeru.

Penanaman 50.000 bibit bakau jenis Rhizophora Mucronata dilaksanakan bersama kelompok masyarakat sadar wisata Tanjung Batu dan masyarakat sekitar di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat pada lahan seluas 10 hektar. Kegiatan ini melibatkan 60 orang pekerja dengan jumlah Hari Orang Kerja (HOK) 423 HOK.

Sementara itu Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf menyampaikan tahun ini KKP memang tengah gencar pada program rehabilitasi bakau.

“Kegiatan rehabilitasi ini akan dilaksanakan di 22 Lokasi yang tersebar di wilayah pesisir Indonesia. Selain mendorong pemulihan ekonomi dan ekosistem bakau, tujuan lainnya agar masyarakat lebih memiliki kepedulian terhadap kondisi bakau, karena keterlibatan masyarakat sangatlah penting bagi terlaksananya program ini,” ujar Yusuf.

Sebagian besar wilayah pesisir dan lautan berada dalam kondisi terdegradasi, karena pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan serta konversi lahan menjadi peruntukkan yang baru. Berbagai aktivitas di wilayah darat maupun aktivitas di laut juga menyebabkan menurunnya kondisi ekosistem bakau. Salah satu upaya Pemerintah bersama masyarakat adalah melakukan upaya rehabilitasi.

Kegiatan rehabilitasi bakau pada kegiatan padat karya ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar sehingga ekosistem bakau semakin terjaga kelestariannya.

Ditulis Oleh

Co-Founder INBA.TV, Enjoy Traveler, Content Creator

Klik utk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gaya

Humaniora

“Setiap generasi punya revolusinya sendiri. Kita, generasi muda saat ini, punya revolusi merestorasi lingkungan, antisipasi, serta mencegah keparahan dampak sosial-ekonomi dari perubahan iklim. Bergerak...

Rona

Pada masa lampau, peradaban Nusantara begitu lekat dengan tanaman bakau. Bukan saja sebagai komoditas penunjang ekonomi, tapi juga sebagai pemandu dalam petualangan bahari.

Warta

Inba.tv, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) pulihkan ekosistem mangrove (bakau) di wilayah pesisir Lombok...

Gaya

  Pandemi membuat kita ragu untuk pergi ke salon kecantikan, meski banyak yang sudah beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun, karena punya lebih...

Warta

Manggarai Barat, NTT, INBA.TV –  Pandemi COVID-19 berdampak cukup besar terhadap industri wisata selam. Kondisi ini juga terjadi di Indonesia Timur yang merupakan destinasi wisata...

Wisata

Legenda bumi Ujung Kulon barang kali sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Letaknya di ujung barat Pulau Jawa, masuk wilayah Provinsi Banten....

Artikel Lainnya